Senin, 30 Mei 2011

Impossible Things That Have Been Happen In This May (1)

Cacat, blog ga keurus gara-gara gua digerogotin waktu.
Intinya selama ga ngurus blog, I having a great experience in this May.
Yaaa mungkin ga entire May lah, cuman minggu2nya aja.

Pertama.
Awal Mei itu komputer dibongkar sama bapa, pas pulang sekolah pokoknya didesk yang harusnya numpuk CPU, monitor, mouse, keyboard, speaker, cd, kertas, baygon, minyak, bawang, susu, daging, nugget, apel, jeruk, pepaya, duren, singkong, ubi, tape, jengkol, pete, terasi, gula garem, panci, teflon, taperwer, gelas, piring, cangkir, sendok, garpuh, piso, pistol, telepon,duit, hape, mobil, motor dan jutaan hadiah lainnya!

Aduh sumpah waktu gua liat itu kosong seperti... 'Paaapah! Apa yang engkau lakukan pada Rosalinda!' kata Alejandro. Kurang lebih begitu.

Aduuh, aqoeh cedih cekaleeee deeeeh. Masa numpang dikomputer orang, ga asik banget.

Seminggu kemudian, sewaktu gua keluar dari kamar abis nangis bombay tersedu-sedu ala sinetron FTV dan Bollywood *emm*, gua dipanggil kebawah. Tiba2 dibawah, ada suatu yang bersinar yang sejak kelas 1 SMP gua idamin tuh. OMG! New computer??? Are you kidding me? Spec yg udah gua idam2in sejak dulu. Akhirnya dapet.

Windows 7 64 bit, 23" Multimedia touch FHD 1080P, 4GB DDR3 Memory, Intel Core
i3 processor 2100, GeForce GT420 1024MB, Multi-in-1 Media Card Reader, DVD Super Multi drive, WIRELESS LAN and the best thing is 1 Terabyte Hard Drive! Selebihnya ga peduli, wahaha!

Gua cuman bilang, 'oh'. Gua yakin gua lagi terbang ke kayangan. Soalnya ini tuh udah gua pastiin mustahil bisa punya, apalagi dibeliin.

Tiba2 ada suara 'Bapa bilang juga apa, kalau rajin nabung dari dulu pasti dapet'

JEGER! KRAK!

Jadi...., tabungan masa depan gua.... T_________T
AAAAAAA!!! Padahal udah ditabung banyak buat beli tiket Owl City semenjak dulu gua jadi HOOT Owls dan nabung buat jaga2 kalau bakal ada konser, dan ternyata sebulan sebelum di'upgrade' ke komputer baru itu udah ada pengumuman Owl City konser di Indonesia. Gak gak gak kuat gak gak gak kuat oh yeah oh yeah T___T

Asal punya usul, ternyata semua tabungan gua ga dipake semua, pas gua cek masih cukuplah beli tiket mahoahoahoa. Soalnya gua jg yakin tabungan gua yg sekarang ga bakal cukup buat beli beginian. Jadi...., pasti tabungannya si itu dicolong dikit, wokokokok *natap si alay*

Karena gua bahagia ga karuan akhirnya gua jumpalitan ga jaruan sambil senam SKJ 2000. Nyobain ini itu dan asli cepat abissssss *Set up ultra high semuanya ampe mata burem*

Wahaha...
Itu salah satu hal yang menggembirakan di bulan Mei.
Wait....., there is something tow in my list.
Just wait, okay!

Rabu, 04 Mei 2011

Peoples Cheating Their Own Life

Satu momen terjadi dan mengingatkan gua sama mantan presiden Habibie.
Jujur, beliau adalah presiden yang paling gua segani dan paling terhormat dimata gua.
Tau ngga sih rasanya kalau negara sendiri yang ngucilin dia?
Gua yakin pasti banyak yang merasa iba saat itu, berempati terhadap beliau

Banyak orang yang berpikiran hebat tentang ini seperti "Gimana Indonesia mau maju kalau orang pinternya dibuang?"
Atau
"Ih bodoh banget sih, masa orang pinter kayak Habibie dibuang gitu aja sih?"
Atau
"Duh, Indonesia..., Indonesia."
Dan masih beragam komentar lainnya.

Mereka hebat dalam mengkomentari hal-hal besar semacam itu.
Tapi,  apakah mereka sudah sadar akan lingkungan kecil mereka?
Apakah kita sudah cukup adil dalam menjalani kehidupan?
Apakah rasa lapang dada kita sudah cukup luas?
Apakah mulut kita sudah memiliki nilai etika yang baik?
Apakah kita sudah bisa mengendalikan emosi?
Apakah kita sudah tidak buta dan dapat membedekan yang benar dan yang salah?
Apakah kita tidak suka menganiyaya yang lain?

Bisa saja orang yang berkomentar hebat tentang kasus Habibie diatas pada kenyataannya lebih suka menghujat dan menyakiti orang. Sesungguhnya mereka hanya orang yang buta terhadap dunianya sendiri. Mereka tidak dapat mengurusi hidupnya dan hanya bergantung pada simpati kehidupan orang lain.

Menjijikan.



Sedang ramai juga berita tentang pembangunan serta upgrade mewah demi memfasilitasi dewan rakyat.
Dengan gemuruh dan emosinya rakyat mencela dengan nafsu.
"Mereka mencuri uang kita!"
"Mereka menggunakan yang bukan haknya!"
"Mereka benar-benar pemimpin korup!"

Selalu semangat dalam menegakkan keadilan pada kalangan atas.
Berusaha mendapatkan haknya kembali.
Namun itu semua hanyalah tindakan yang berdasarkan nafsu.

Apakah mereka sudah sadar akan lingkungan kecil mereka?

Apakah kita sudah cukup adil dalam menjalani kehidupan?
Apakah rasa lapang dada kita sudah cukup luas?
Apakah mulut kita sudah memiliki nilai etika yang baik?
Apakah kita sudah bisa mengendalikan emosi?
Apakah kita sudah tidak buta dan dapat membedekan yang benar dan yang salah?
Apakah kita tidak suka menganiyaya yang lain?

Mereka sudah cukup korup pada lingkungan kecil mereka.
Berpikirlah apakah layak mendapatkan sesuatu jika kita sebenarnya melakukan kenistaan yang tidak kita hiraukan?
Topeng.
Itu semua karena rasa dengki dan keuntungan masing-masing.

Muak sudah dengan ini semua.

Mereka sebenarnya tidak jauh korup dari yang lain

Hanya onggokan binatang buas yang bisa memuaskan nafsu mereka dengan hukum rimba.

Mereka benar-benar menipu diri mereka sendiri.

Curang.

Licik.



P.S:
Astagfirullahal'azim
Sebenernya gua juga menulis ini karena luapan emosi.
Gua sadari ini memang tercela.
Tolong maaf yang merasa tersindir.
Tapi semoga kita sadar pada lingkungan masing-masing.

Senin, 02 Mei 2011

The Real World

Semua orang pasti pernah merasa paling brilian, cemerlang.
Terus dicoba kebenarannya.
Dengan hasil yang semakin mendukung pernyataannya.


Tapi hal bodoh yang pernah gua sadari.
Yang ngga pernah terpikirkan.
Seberapa kuat, berusaha seseorang untuk mendukung kepintarannya, dengan sudut pandangnya atau sudut pandang orang lain, bakal susah buat tau dan ngeliat dari sudut pandang yang lainnya.


Dan perlu diketahui, dari hal seperti itu, orang yg membuktikan kepintarannya dengan caranya sendiri justru jadi hal yang konyol dipandangan orang lain.


Hal yang paling rentan adalah asumsi.
Ngga semua orang selalu berpandangan pada asumsi.
Salah satu faktornya adalah arti semu antara asumsi dan terkaan.
Beberapa cendikiawan masih berpegang pada asumsi dan diidentifikasi lalu ditiru oleh pengagumnya.
Namun beberapa juga hanya berpegang pada kenyataan, pembuktian yang ada, dan menganggap asumsi sebagai terkaan.


Orang juga bukan cuman merasa brilian dibidangnya, tapi juga dikehidupan sosialnya.
Banyak kepribadian orang dikehidupan. Pemarah, pemurung, penolong, pembohong, provokator, kikir, boros,  penjahat, dan salah satu yang terburuk adalah sikap munafik.
Gua gua ga bakal ngartiin dan berpendapat mengenai kepribadian yang ada.
Tapi setelah membaca, kita harusnya bisa mendefinisikannya sendiri.


Kadang orang membuat rumit perkataannya.
Yang mengindikasikan kepercayaan diri orang tersebut sedang memuncak.
Tapi ada juga yang menggunakannya untuk memanipulasi.
Tapi untuk beberapa orang yang memiliki pikiran yang rendah hati, mereka bisa melihat apa arti yang dibeberkan oleh si pembuat pernyataan.
Dari situ, kalau si pembuat pernyataan sadar, ia pasti akan malu. Malu total.
Tetapi kebanyakan orang berpikiran rendah hati lebih suka melihat para permbuat pernyataan lebih malu dengan membiarkan mereka merasa pintar.


Lalu ada juga orang yang merasa pintar karena hanya memandang sesuatu sebelah matanya.
Hal paling memprihatinkan.
Karena ini tindakan paling sok pintar yang buruk.


Pertanyaan ngga bakal terungkap hanya dengan bertanya dengan ahlinya.

"Kenapa ya hidup gua menyedihkan?"

"Kenapa ya Indonesia itu kotor?"

"Kenapa ya gua selalu sendirian?"

Kenapa ya...., ini..., itu...., blablabla....
Itu semua, dipantau dan diliat lagi, bukan pertanyaan, tapi cuman sekedar keluhan.
People always babling without know what are they talking about.


Gua nulis ini bukan karena gua munafik, emang bahasanya bikin bosen. Tapi itu emang kenyataan yang pernah gua alamin.

Silahkan debat apapun isinya, maaf kalau tersinggung, tapi sepenuhnya ini tentang gua.

Sorry,
Real world is lovely, but i won't live there.

Rabu, 20 April 2011

formspring.me

Ask me anything http://formspring.me/ErickDiantoniA

Some Was Habitualed Action

Udah lama ga nemuin kejadian yang sedikit...., bikin ngakak. Entah apa dosis obat yang dipake orang2 sekitar gua jadi pas atau mungkin gua kali ya yang makin lama makin normal

RANDOMNIZM! I MISS YOU! *berencana bikin ulah besok*



NB: Kata 'Habitualed'  di judul sebaiknya masukkan kedalam kamus sebagai partikelnya

NB: Kalau masih ada yang nganggep ini bodoh, sebenernya ini cuman sindiran. Semacam majas. You know lah....

Finally, World's changing

The rotation of Earth opposite from what it shall been, but not with the revolution. The spore back to it seed. Like my ego burn into dust, and let my dream flight with the airplane.

And when that's happening, I do realize that I have such a great ego, because the dust that produced from it,  have been drown me and my esistence away from them.

Then, I just pour it into black in the white.

Crescent moon...
And your silhouette
Gold sand dune
I forget how I can breath

Dizzy dance...
From where we on
Take them fly
And just left me here bellow

I know I can't reach you up there
At least I still can living up
But you go behind the clouds
I'm alone...

 The clouds are starting overcast
And rain drops feel like freezing ice
You come to ground for shelter
Together...


If this I call with emotion
How hurt can be it all
The selfishness in my head
They just gone...


Now I know it all just my dreams
And I am still just not a real
But there is still one question
Why happen?


All have changed
I know I really hate
But it just a must thing


All have changed
I still never know
Are we together or alone....


In the end
The world is still sparkle
And our smile is the keeper